Saturday, November 11, 2006

amarahnya









amarahnya tlah membara di ubun-ubun...
kau bagai diterkam harimau betina siang itu..
kini tanyalah pada dirimu,
sudilah kiranya ia memaafkanmu..
kau bakar hatinya dengan bara-bara yang masih tersisa..
kau buat ia remuk redam,
sejenak kemudian kau berpaling padaku ,
lalu ,
dan...
kemudian,
kau minta dirimu dimaafkan,
aku maafkan,
yang kutahu kau harus lebih baik,
tenangkanlah hatinya saat fajar masih di ufuk timur,
saat mentari belum tenggelam dan ditelan awan,serta
sebelum terkaram pada buih-buih gelombang
kutahu suatu saat nanti kau akan kembali...
kembali ke fitrah yang suci,
berharaplah Tuhan memanjangkan umurmu, sayang...

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home